Kelenteng Tjoe Tik Kiong – Tulungagung
Tjoe Tik Kiong
Jl. WR Supratman No 10
Tulungagung – 66212
Jawa Timur
Telp. (0355) 321248
Tjoe Tik Kiong – Tulungagung (Fu Lin Chuan, 2002)
Tjoe Tik Kiong
Jl. WR Supratman No 10
Tulungagung – 66212
Jawa Timur
Telp. (0355) 321248
Tjoe Tik Kiong – Tulungagung (Fu Lin Chuan, 2002)
Tjoe Tik Kiong – Pasuruan
Jl. Lombok No 7
Pasuruan
Pembangunan kelenteng Tjoe Tik Kion diperkirakan pada sekitar abad ke-17. Kelenteng ini terletak di Jalan Lombok, Pasuruan.
Kelenteng Tjoe Tik Kiong bertambah fungsinya sebagai tempat pembelajaran kebudayaan Tiongkok, terutama melalui kegiatan Barongsay dan Liang Liong.
Dewa dewi yang dipuja antara lain Kwan Sing Tee Koen, Kong Tik Cun Ong dan [...]
Berabad-abad yang lalu sebelum bangsa-bangsa Eropa datang dan menjajah Indonesia, bangsa Tionghoa sudah terlebih dahulu datang. Pada awalnya mereka hanya membuka peluang perdagangan, namun sebagian dari mereka akhirnya ada yang menetap dan tinggal sebagai warga negara Indonesia.
Kelenteng Kwan Sing Bio,( sponbob, Mei 2008 )
Merupakan kelenteng tertua di Surabaya. Konon klenteng yang dibangun di daerah perkampungan Cina (Jl. Dukuh) ini, dibangun oleh tentara Tartar pada jaman Kaisar Khu Bi Lai Khan pada awal pendirian kerajaan Majapahit.
Oleh: Imelda Puspitasari – Mei 2001
Lokasinya di tengah kota, dekat Jalan Raya Darmo. Tadinya kelenteng kecil, tapi berkembang pesat karena banyak jemaat yang datang beribadah. Pengelola kelenteng, Juliani Pudjiastuti, juga bekerja keras mengurus HONG SAN KO TEE.
“Ngurus kelenteng itu gak gampang lho. Tapi ini amanah yang harus saya laksanakan,” ujar Ibu Juliani kepada saya. Dia duduk di kursi roda, tapi semangatnya [...]
Menarik karena lokasinya di laut, kalau air pasang. Ada patung besar Dewi Kwan Im dan ukiran-ukiran Tionghoa yang bagus. Satu kompleks dengan Pantai Ria Kenjeran, objek wisata pantai Surabaya. Banyak sekali fasilitas pariwisata yang sangat menarik.
Mula-mula ada kelenteng di Kenjeran bernama KWAN IM BIO (kalau tak salah). Kemudian pengusaha Soetiadji Yudho, bos PT Granting Jaya, [...]
Orang Surabaya lebih mengenal kelenteng ini sebagai MBAH RATU. Tadinya di Prapatkurung, kemudian direlokasi ke Jalan Demak. Kelenteng ini menarik karena menyimpan kayu dari perahu Laksamana Sam Poo Tay Djhien (alias Cheng Hoo?).
Laksamana terkenal ini oleh orang Jawa dijuluki Mbah Ratu. Sinkretisme Tionghoa dan Kejawen sangat kental. Maka, jangan heran kalau banyak orang Jawa datang [...]
Kelenteng is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache