Kelenteng Ban Hin Kiong – Manado

Xuangkong Temple In China
September 3, 2009
Taokwan Sinar Mulia – Bandung
October 8, 2012

Kelenteng Ban Hin Kiong – Manado

Kelenteng Ban Hing Kiong Manado
T.I.T.D. Ban Hing Kiong Manado
Jl. D.I. Panjaitan
Manado – Sulawesi Utara – 95122
Telp. (0431) 851657

Kelenteng Ban Hin Kiong terletak di Manado, Sulawesi Utara. Usia kelenteng ini adalah sekitar 300 tahun dan dibangun pada abad ke-18. Ban Hin Kiong terdiri dari 3 kata, Ban berarti banyak, Hin berarti kelimpahan kebaikan, dan kiong berarti istana. Menurut para pendirinya ‘keyakinan, orang akan mendapatkan begitu banyak kebaikan dan keselamatan untuk mencapai keteraturan kehidupan’.

Kelenteng Ban Hing Kiong didirikan sekitar 300 tahun yang lampau dengan mengikuti pola yang diawali dari niat dan hakekat para pendirinya, dimana hal tersebut tertampil secara fisik pada papan nama yang mencerminkan fungsi dan peran serta sifatnya yang umum dan luas (universal), yaitu:

– Ban = Banyak
Suatu Tempat Ibadah yang dibangun oleh umat untuk melaksanakan berbagai Upacara Suci, Upacara Sembahyang, Menunaikan Ibadah Agama Bagi Kepentingan Umat Manusia.

– Hing = Berkah Yang Berlimpah
Suatu Tempat Ibadah yang mempunyai nilai-nilai relijius untuk memuliakan nama Tuhan dalam menangkal terhadap kuasa gelap dan segala gangguan yang merugikan Umat Manusia serta alam lingkungannya, agar senantiasa tercipta jagad yang tertib teratur dan damai mendatangkan berkah yang berlimpah bagi Umat Manusia.

– Kiong = Istana
Suatu Tempat Ibadah yang dibangun sebagai Istana Tuhan untuk menghadirkan-Nya dan merupakan perwujudan Istana Langit di muka bumi berdasarkan tata krama yang sama dengan pola arsitektur yang diambil dari Alam Semesta dalam mewakili Jagad Raya dan waktu yang disucikan, merupakan perwujudan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Corak khas yang diwujudkan melalui simbol-simbol yang ada di Kelenteng Ban Hing Kiong mampu menghantarkan kepada kita pesan-pesan yang dibawanya, bahkan perlambangan dari simbol tersebut merupakan pernyataan yang sekaligus adalah pesan-pesan Suci yang berbicara kepada kita secara nyata.

Diawali dengan langkah pertama saat menginjak lantai yang agak tinggi di bawah gapura berarti dari kehidupan duniawi menuju kehidupan suci sehingga jalan yang dilalui dari sempit menuju luas. Hal ini terlihat pada bentuk halaman Kelenteng Ban Hing Kiong yang awalnya sempit kemudian melebar yang bermakna Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menolong umatNya dengan memberikan jalan keluar dikala kesusahan. Diatas atap terdapat palang yang berbentuk perahu dalam pengertian rohani adalah perahu penyelamat bermakna Tuhan dan Dewa Dewi senantiasa menolong, melindungi dan menyelamatkan umat manusia.

Dalam pengertian ibadat adalah SIN yang maknanya Hati Nurani, artinya manusia harus sungguh-sungguh dengan hati dan pikiran yang bersih dan luhur melaksanakan ibadahnya serta senantiasa memupuk kebajikan sebagai bekal bagi kehidupannya nanti.

Pada pintu kiri & kanan terdapat tulisan Hong Tiau U Sun Kok Thay Ping An yang bermakna hujan dan angin selaras rakyat dan negara aman tentram. Disisi kiri & kanan pada kam terdapat dua pintu kecil menuju ruang belakang terdapat tulisan umur panjang setinggi gunung, rejeki sedalam lautan yang bermakna, laksanakan ibadat dengan benar maka berkah dan karunia akan diperoleh. Melewati pintu samping akan ditemukan ruang kebaktian sebagai ruang penerangan batin di dalam mempelajari Ajaran Tri Nabi Agung yang berada pada ruang belakang lantai dua serta menghayati sikap Welas Asih dari para Dewa-Dewi, yang berada di ruang belakang lantai tiga, juga sebagai tempat untuk merenungkan akan perilaku kita pada sesama dan agar boleh tetap berada di jalan yang benar. Sebagai bahan renungan, pada dinding ruang belakang terdapat beberapa ukiran gambar yaitu, dinding tengah terukir gambar pohon dengan buahnya dimana seorang anak sedang berusaha memetik buahnya sementara disampingnya seorang tua memperingatkan / mengingatkan yang bermakna siapa yang menanam dia yang akan menuainya. Pada dinding kiri terukir yang suci Cu Seng Nio Nio dengan buku pencatat kelahiran sebagai reinkarnasi hukum sebab akibat. Dinding sebelah kanan terukir gambar neraka dan dua puluh empat laku bakti yang bermakna untuk menyadarkan kita agar tidak melakukan perbuatan jahat bila ingin luput dari hukuman neraka.

Dari uraian diatas jelas mencerminkan nilai-nilai Agama melalui perlambangan dan simbol dalam melahirkan ungkapan-ungkapam spritual maupun ritual sehingga dapat diumpamakan Tempat Ibadah Tridharma adalah sebuah Kitab Suci yang terbuka dan senantiasa memancarkan sinar kemuliaan dari Tuhan.

10 Comments

  1. Myra Sidharta says:

    Saya ingin tahu dewa-dewi yang mana berada di kelenteng ini?
    Dewa/dewi yang mana yang menjadi tuan rumahnya.
    Terima kasih
    Myra Sidharta

  2. Liem Eng Tjien says:

    Dalam Kitab Yicing tercantum ????Memupuk kesaktian tanpa diamalkan bagi keselamatan dan kesejahteraan umat manusia??pantang bagi kesucianNya??. Para Dewata Agung dalam Kelenteng Ban Hing Kiong Manado?? mengemban gelaran2 yang berisikan ajaran2 Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Gelaran2 tsb. adalah jimat dan juga sebagai rentu bagi penduduk dalam wilayah naunganNya supaya terhindar dari segala marabahaya . Gelaran2 tersebut dianugerahi para Kaisar sebagai Anak Tuhan??pengakuan resmi pemerintah yang sah.??bagi pancaran2 sinar kasih yang telah dilimpahkan sepanjang sejarah bagi keselamatan umat manusia.
    Patut dicatat?? doa-doa sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Para Dewata diubah oleh Nabi Khonghucu dan dapat dibaca dalam Kitab Sicing??Siking?? bagian Sung??Doa Pujaan????diubah Nabi Kut Goan dan dapat dibaca dalam Kitab Lisao bagian Ciuke??Sembilan Lagu Pujaan????bersama-sama dengan Laoze??Tiga Nabi Pembawa Thian Tao??Ajaran Tuhan??.

    Bagi yang membaca harap kirimkan rasa seia sekata. E-mail??cinliemongi@yahoo.com.cn

  3. unique font says:

    Informasinya bagus!
    terima kasih telah sharing.

    salam kenal 0_0

  4. Liem Eng Tjien says:

    Bahwa Dewa-dewi yang dipuja didalam Kelenteng Ban Hing Kiong Manado adalah dewa-dewi yang masuk agenda tradisi pemujaan negara setiap musim semi dan musim rontok. Sesuai dengan sistim negara Cina?? kaisar setiap tahun wajib bersembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa di Gunung Thai??Thaishan??gunung teringgi dibelahan timur Cina??peristiwa tersebut sempat tercatat dalam Buku Lunyu atau Analek??lihat bagian 3 ayat 6. Menurut Khongcu?? Tuhan hanya menerima kunjungan pemujaan dari seorang Kaisar dan bukan seorang menteri??Dewa-dewi dalam kelenteng tersebut?? dalam teori ??Kaisar Sebagai Anak Tuhan?? sempat menerima penganugerahi gelaran2 anumerta kedewataan dari Anak Tuhan atas pemancaran kesucianNya dalam menyelamatkan missi perdamaian dari serangan taufan dilaut??serangan wabah berjangkit??bencana musim paceklik dan lain sebagainya. Setiap keluputan atau keringanan manusia dari marabahaya??dilapurkan kepada kepada kaisar??dan dilakukan penyelidikan.Sesuai dengan saran para achli badan otoritas??kaisar mengeluarkan dekrit menjalankan upacara kenegaraan dan menganugerahkan gelaran anumerta kedewataan kepada dewa-dewi yang bersangkutan. Gelaran anumerta tersebut adalah dalam bidang2 ajaran2 Ketuhanan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada Khongcu?? Laoze dan Khut Goan sepanjang sejarah??yang dalam dokumentasi. semasa hidupNya sempat disebut Sage atau Nabi oleh penduduk. Gelaran2 anumerta kedewataan dianugerahkan kepada penduduk?? maharesi?? perwira yang selama hidupNya mengamalkan ajaran Tuhan dan memupuk kesaktian sesuai dengan ajaran Tao memgintegrasi diri dengan kekuatan2 Langit dan Bumi??memuja leluhur dan mengamalkan kasihNya kepada manusia .Dewa-dewi yang sempat dianugerahkan gelaran2 anumerta kedewataan ??antara lain Tuhani Macopo?? Dewa Sengkong??Perwira Kwankong??Jenderal Locia ??Pembesar Hok Tek Ceng Sin. Gelaran anumerta yang terbanyak adalah gelaran2 anumerta dari Thian Hou ??Tuhani?? Macopo dan dapat dibaca dalam Buku Dokumentasi Penganugerahan Gelaran2 Anumerta Thian Hou atau dalam ukiran batu yang dipajang diatas altar didalam Kelenteng Macopo dikota Xianyou??propinsi Hokkian dan kelenteng Thian Hou lainnya. Terima Kasih. Liem Eng Tjien.Bagi yang sempat membaca??harap memgirimkan tanggapannya kepada ?? e-mail??cinlimongi@yahoo.com.cn

  5. mieke says:

    Hi…,

    Saya lebih kenal tentang kelenteng Ban Hin Kiong

  6. beni says:

    gak ngerti akh masalah yang ginian mah..,

  7. Youngky Soei says:

    Klenteng Ban Hing Kiong (BHK)ini bertuan rumah Dewi Samudra “Ma Co” atau Dewi “Thian Siang Seng Bo”.
    Beliau memiliki pengawal bernama Cen Ling Gan Dan Sun Hong Li yg memiliki kemampuan mendengar seribu li dan melihat seribu li. thx u ^^

  8. Tionghoa says:

    ini adalah kelenteng tertua di sulawesi utara…
    sudah menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi apabila berwisata ke manado.

  9. Ricky says:

    Saya mau tanya klenteng ini tiangnya dikelilingi naga ya? Kalau boleh tau cakarnya itu jumlahnya berapa ya cakar naganya

Leave a Reply to Tionghoa Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *