Home

"Hujan tidak menghidupkan rumput - rumput yang tak berakar.
Dewa - Dewa hanya menyeberangkan manusia - manusia yang penuh kesadaran
"


Buku Tao Ciang Yi - Hal 96
May 8, 2009

SANGGAR AGUNG, Pantai Ria Kenjeran

Menarik karena lokasinya di laut, kalau air pasang. Ada patung besar Dewi Kwan Im dan ukiran-ukiran Tionghoa yang bagus. Satu kompleks dengan Pantai Ria Kenjeran, objek […]
May 8, 2009

SAM POO TAY DJHIEN, Jalan Demak

Orang Surabaya lebih mengenal kelenteng ini sebagai MBAH RATU. Tadinya di Prapatkurung, kemudian direlokasi ke Jalan Demak. Kelenteng ini menarik karena menyimpan kayu dari perahu Laksamana […]
May 8, 2009

PAK KIK BIO, Jalan Jagalan

Disebut juga Kelenteng Jagalan. Mulai dibangun pada 8 April 1951 dan diresmikan pada 17 Juni 1952. PAK KIK BIO didirikan sebagai perluasan bisnis warga Tionghoa di […]
May 8, 2009

BOEN BIO, Jalan Kapasan

Dibangun 1906, diresmikan 1907. Mulanya bernama BOEN TJHIANG SOE berlokasi di Kapasan Dalam. Atas saran Kang Yu Wei yang datang ke Surabaya pada 1904, kelenteng khusus […]
May 8, 2009

HONG TIK HIAN, Jalan Dukuh

Disebut juga Kelenteng Dukuh karena berlokasi di Jalan Dukuh, tak jauh dari kampung Arab. Sebelum 1899 sudah ada. Tanggal pasti berdirinya tidak diketahui.  HONG TIK HIAN […]
May 8, 2009

HOK AN KIONG, Jalan Coklat (dulu Tepekong Straat)

Kelenteng paling tua di Surabaya, didirikan pada 1830 oleh Hok Kian Kong Tik, perkumpulan orang Tionghoa asal Hok Kian. Mula-mula kelenteng ini tempat menginap sementara orang […]