Tek Hay Kiong – Tegal
Jl. Gurame No. 4
Tegal – Jawa Tengah
Telp. (0283) 356474-355673
Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal, berdiri diatas tanah seluas 4500 meter persegi, usia kelenteng Tek Hay Kiong kini sekitar 305 tahun dengan Tuan Rumahnya Ze Hai Zhen Ren / Tek Hay Cin Jien (


), yang nama aslinya Konco Guo Liuk Kwan [Kwee Lak Kwa] yang artinya “Seorang insan yang telah mencapai Ke Tuhanan dan Kebajikan seluas lautan”, merupakan dewa pujaan utama di Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal.
Popularity: 30% [?]
Jl. Gang Pinggir No. 70
Semarang – Jawa Tengah

Tong Pek Bio – Jl. Gang Pinggir, Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Tong Pek Bio atau lebih umum disebut dengan Kelenteng Gang Pinggir ini sesuai dengan Ketetapan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor : 430/30819/94, diputuskan sebagai salah satu bangunan bersejarah di Wilayah Kotamadya Dati II Semarang, dalam rangka pelestarian dan pengamanan Benda Cagar Budaya sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, antara lain berupa bangunan bersejarah.
Popularity: 20% [?]
Jl. Gang Pinggir No. 110
Semarang – Jawa Tengah
Telp. (024) 3580413

Kelenteng Ling Hok Bio – Jl. Gang Pinggir, Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Popularity: 15% [?]
Jl. Gang Pinggir 105-107
Semarang – Jawa Tengah

Sinar Samudra – Jl. Gang Pinggir, Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Kelenteng Sinar Samudra resmi menjadi salah satu tempat ibadah bagi Umatnya dengan surat ketetapan DEPAG No. WK/8-b/BA.04/1999.
Oleh: Setyono Budhy Santosa – Juli 2001
Popularity: 15% [?]

Merupakan kelenteng tertua di Surabaya. Konon klenteng yang dibangun di daerah perkampungan Cina (Jl. Dukuh) ini, dibangun oleh tentara Tartar pada jaman Kaisar Khu Bi Lai Khan pada awal pendirian kerajaan Majapahit.
Oleh: Imelda Puspitasari – Mei 2001
Popularity: 53% [?]
Berbicara tentang Kelenteng Boen Tek Bio tidak terlepas dari sejarah Kota Tangerang dan keberadaan orang Tionghoa di Tangerang.
Mengenai kedatangan orang Tionghoa pertama kali ke Tangerang belum diketahui secara pasti. Dalam kitab sejarah Sunda yang berjudul?“Tina Layang Parahyang”?(Catatan dari Parahyangan) disebut tentang kedatangan orang Tionghoa ke daerah Tangerang. Kitab tersebut menceritakan tentang mendaratnya rombongan Tjen Tjie Lung (Halung) di muara sungai Cisadane yang sekarang diberi nama Teluk Naga pada tahun 1407. pada waktu itu pusat pemerintahan ada di sekitar pusat kota sekarang, yang diperintah oleh Sanghyang Anggalarang selaku wakil dari Sanghyang Banyak Citra dari Kerajaan Parahyangan. Perahu rombongan Halung terdampat dan mengalami kerusakan juga kehabisan perbekalan. Daerah tujuan yang semula ingin dikunjungi adalah Jayakarta.
Popularity: 87% [?]