SAM POO TAY DJHIEN, Jalan Demak
Orang Surabaya lebih mengenal kelenteng ini sebagai MBAH RATU. Tadinya di Prapatkurung, kemudian direlokasi ke Jalan Demak. Kelenteng ini menarik karena menyimpan kayu dari perahu Laksamana Sam Poo Tay Djhien (alias Cheng Hoo?).
Laksamana terkenal ini oleh orang Jawa dijuluki Mbah Ratu. Sinkretisme Tionghoa dan Kejawen sangat kental. Maka, jangan heran kalau banyak orang Jawa datang ke MBAH RATU untuk berdoa, khususnya pada malam Jumat Kliwon. Macam-macam saja ujud atau permintaan pengunjung. Sering digelar wayang kulit (purwa) semalam suntuk. “Tapi sekarang ini sudah lama gak ada wayangan. Mungkin karena ekonomi sedang sulit,” ujar salah satu penjaga MBAH RATU kepada saya.
Yang juga disukai dari MBAH RATU adalah ramalan alias ciam sie. Ada konter khusus di sebelah kiri. Pengunjung bisa minta karcis untuk “ditelaah” si dukun Tionghoa. Percaya atau tidak, terserah Anda!
Popularity: 29% [?]